Kostum Persija Tidak Layak


VIVAnews – Persija Jakarta mendapat teguran dari PT Liga Indonesia. Pasalnya, kostum Macan Kemayoran di dua laga awal dianggap telah menyalahi manual liga soal perlengkapan.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris PT Liga, Tigo Shalomboboy, saat dihubungi wartawan, Kamis, 16 Oktober 2009. Menurut Tigor, PT Liga telah mengirimkan teguran secara lisan kepada pihak Persija.

“Dalam manual liga telah diatur mengenai kelengkapan tim. Dan yang dipakai Persija pada dua pertandingan awal tidak sesuai dengan manual liga,” kata Tigor.

“Kami sudah mengirimkan teguran lisan kepada Persija. Apabila dalam dua pertandinga selanjutnya masih tidak ada perubahan, kami bisa saja mencabut apparel yang dipakai Persija,”tambah Tigor.

Pemandangan memalukan memang terlihat saat Persija tampil lawan Arema (11 Agustus) dan Persema Malang (14 Oktober). Kostum yang dikenakan punggawa Macan Kemayoran terkesan asal jadi.

Saat bertemu Arema, kiper Persija, M Yasir bahkan menggunakan apparel yang berbeda dengan pemain lainnya. Mantan kiper Arema itu mengenakan kostum Diadora sedangkan pemain lainnya menggunakan League.

Sedangkan saat bertemu Arema, tulisan Diadora yang berada di kostum Yasir sudah ditutup oleh lakban. Permasalahan tak sampai di situ saja. Kostum yang dikenakan pemain juga ternyata tidak memenuhi standar.

Menurut Tigor, nomor punggung yang tercantum terlalu kecil dari ukuran normal. “Padahal mereka kan bisa mengacu pada kostum musim lalu,” tandas Tigor.

Perubahan Mendadak
Terpisah, Direktur Marketing dan Bisnis, PT Persija Jaya, mengatakan Diadora sebenarnya sudah menyediakan perlengkapan bagi Bambang Pamungkas cs selama semusim. Perlengkapan tersebut saat ini bahkan sudah ada di gudang PT Persija Jaya.

Namun mendekati hari pertandingan, Pengelola Persija dalam hal ini Harianto Badjoeri membatalkan kesepakatan. Pria yang juga menjabat sebagai manajer Persija itu lantas menunjuk merk lain, yakni League.

“Kami sudah menyampaikan bahwa PT Persija telah menjalin kerjasama dengan Diadora. Namun pengelola lebih memilih produk lain. Kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi,” kata Sony.

“Perlengakapan untuk satu musim telah diproduksi dan sekarang sudah ada di gudang. Karena itu kami hanya bisa malu dan berusaha untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan pihak sponsor,” tandas Sony.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s