Tiga Syarat Qory Bisa Jadi Wakil Aceh


Putri Indonesia 2009 asal Aceh, Qory Sandioriva, dinobatkan (Antara/ Puspa Perwitasari)

Putri Indonesia 2009 asal Aceh, Qory Sandioriva, dinobatkan (Antara/ Puspa Perwitasari)

VIVAnews – Kontestan Aceh, Qory Sandioriva berhasil merebut mahkota Putri Indonesia 2009. Qory adalah wakil Aceh pertama yang berhasil menjadi juara.

Namun, kemenangan Qory menuai kontroversi dari masyarakat Aceh. Pada Kamis 15 Oktober 2009, puluhan mahasiswa Universitas Syiah Kuala dan IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, berunjuk rasa dan meminta Gubernur Aceh mencabut rekomendasi untuk Qory.

Sebab, penampilan Qory di ajang Putri Indonesia dianggap tidak mencerminkan adat dan budaya Aceh. Selain itu, izin membawa nama Aceh di ajang putri Indonesia juga dipertanyakan.

Kepala Biro Hukum dan Humas Pemerintah Aceh, Hamid Zain menjelaskan bagaimana Qory bisa jadi wakil Aceh dalam ajang Putri Indonesia.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, kata dia, gelar pemilihan Putri Indonesia dilakukan oleh suatu kepanitian di tingkat nasional dibawah tanggung jawab Yayasan Putri Indonesia.

“Biasanya di setiap daerah dibentuk event organizer (EO). Namun untuk tahun ini di Aceh tidak dibentuk EO. Lalu kemudian YPI mendekati beberapa person tokoh wanita Aceh di Jakarta,” kata dia, Jumat 16 Oktober 2009.

YPI juga melayangkan surat kepada gubernur untuk beraudiensi dan mendapatkan dukungan. Surat tersebut  diteruskan gubernur kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk ditelaah dan dikaji.

Berdasarkan beberapa pertimbangan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh memberikan restu. Rekomendasi pemerintah Aceh dituangkan dalam surat No 556/2323.

Dalam surat tersebut ada beberapa persyaratan ketat yang harus dipenuhi Qory yakni:

1. YPI dan Qory wajib menjunjung tinggi nilai-nilai adat istiadat, budaya aceh dan syariat islam,

2.   YPI dan Qory wajib menjaga nama baik pemerintah dan masyarakat Aceh,

3.    YPI dan Qory bertanggung jawab sepenuhnya terhadap akibat dari keikutsertaan Qory dalam pemilihan Putri Indonesia mewakili Aceh.

Soal pro dan kontra terkait penampilan Qory, kata Hamid Zain, bukan tanggung jawab pemerintah Aceh.

“Dari awal pemerintah Aceh sudah mengingatkan agar YPI dan Qory tidak melanggar rambu-rambu yang sudah ditetapkan dalam rekomendasi tersebut, sekaligus bertanggung jawab terhadap akibat yang ditimbulkan,” kata dia.

Jika Qory maju dan membawa nama Aceh dalam ajang Miss Universe dan memakai bikini, pemerintah Aceh mengingatkan agar Qory dan YPI kembali mempertimbangkan butir-butir rekomendasi yang telah diberikan pemerintah Aceh.

“Kalau kemudian Qory membawa nama Aceh pada level internasional, maka YPI dan Qory yang bertanggung jawab atas segala akibat yang ditimbulkan,” tambah dia.

Laporan: Muhammad Riza| Banda Aceh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s