Sri Mulyani Calon Menkeu, Anggito Wakilnya


VIVAnews – Bursa kabinet bursa kabinet 2009-2014 terus berubah. Sempat dikabarkan terdepak, Sri Mulyani Indrawati datang juga ke Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu 17 Oktober 2009.

Ani, demikian dia sering dipanggil, akan mengikuti tes wawancara dengan langsung dengan presiden terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono dan wakil presiden terpilih, Boediono.

Menurut sumber VIVAnews, peluang Sri Mulyani kini tak lagi fifty-fifty. Posisinya kian mantap jadi calon Menkeu.

“Sri Mulyani fixed sebagai Menteri Keuangan,” kata sumber.

Lepas dari jabatan konsultan di USAid dan DirekturĀ  IMF, Ani menjadi anggota Kabinet Indonesia Bersatu.

Kurang dari empat tahun, tiga jabatan menteri disandang Ani. Mulai dari Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Menteri Keuangan dan Plt Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu.

SBY menunjuknya sebagai pelaksana tugas Menteri Koordinator Perekonomian menggantikan Boediono yang terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia. Dia juga merangkap jabatan Menteri Keuangan.

Nama Ani sempat digadang-gadang menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Namun, belakangan muncul nama yang lebih kuat, Hatta Rajasa.

Beberapa analis mengatakan kasus Bank Century jadi batu sandungan untuk Ani.

Sementara, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan, Anggito Abimanyu yang sempat disebut bakal menggeser posisi Ani, punya posisi baru.

“Anggito jadi wakil Menteri Keuangan,”kata sumber VIVAnews.

Anggito Abimanyu

Sebelum menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Anggito adalah staf ahli Departemen Keuangan. Dia semula dikenal luas sebagai ekonom Fakultas Ekonomi UGM, namun ketika Menteri Keuangan dipimpin Boediono, dia mulai banyak berperan. Pada saat itu, dia menjadi Staf Ahli Menteri Keuangan.

Setelah Menteri Keuangan beralih kepada Sri Mulyani, musisi yang dikenal jago meniup Flute (alat musik tiup) itu berganti posisi sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal.

Sisi kelemahan Anggito adalah dia sempat tersandung dalam kasus suap program lanjutan pembangunan fasilitas bandara dan pelabuhan di kawasan timur Indonesia. Nilai proyek itu mencapai Rp 100 miliar. Anggito disebut-sebut karena ikut dalam sejumlah pertemuan dengan Panitia Anggaran DPR.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s