Hubungan Kaki Gelisah & Disfungsi Ereksi


Sindrom kaki gelisah (Restless Leg Syndrome/RLS) ternyata memiliki hubungan dengan masalah disfungsi ereksi. Sindrom ini diperkirakan menimpa 23 persen populasi masyarakat di dunia.

Dr Xiang Gao, peneliti dari Harvard University School of Public Health, mengatakan, seorang pria dewasa pengidap kaki gelisah yang selalu menggoyang-goyangkan kakinya di waktu malam memiliki kecenderungan mengalami disfungsi ereksi.

Penelitian dilakukan selama empat tahun terhadap lebih dari 23.000 pria. Pada tahun 2000, mereka diwawancara tentang kemampuan ereksi yang dikategorikan dalam lima skala penilaian mulai dari sangat buruk hingga sangat baik.

Dua tahun kemudian, mereka diwawancara kembali terkait keluhan sindrom kaki gelisah. Sekedar catatan, semua pria ini tidak memiliki keluhan penyakit diabetes dan gangguan tulang yang dapat meningkatkan gangguan sindrom kaki gelisah.

Hasil wawancara pada tahun 2002 menyebut, sekitar empat persen atau 944 pria mengalami gangguan sindrom kaki goyang. Mereka mayoritas pria dengan usia lanjut atau sekitar 70 tahun. Sedangkan mereka yang tak memiliki gangguan kaki gelisah mayoritas berusia dua tahun lebih muda, rajin berolahraga, dan tidak merokok. Sekitar 53 persen dari mereka yang mengalami gangguan kaki gelisah itu ternyata juga mengalami disfungsi ereksi.

Pada 2004 mereka kembali diwawancara tentang kemampuan ereksi. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pria yang mengalami gangguan kaki gelisah 5-14 malam per bulan memiliki kecenderungan 16 persen mengalami disfungsi ereksi. Sedangkan mereka yang mengalami kaki gelisah lebih dari 15 malam per bulan memiliki kecenderungan 78 persen mengalami disfungsi ereksi dibandingkan mereka yang tak mengidap kaki gelisah.

Direktur Kesehatan Mental Rumah Sakit Ingolstadt Jerman, Dr Thomas Pollmacher, mengkritik hasil penelitian Gao. Parameter yang digunakan dalam penelitian dianggap lemah. “Penelitian itu juga tidak menjelaskan secara medis hubungan antara sindrom kaki gelisah dan disfungsi ereksi,” ujar Pollmacher.

Menanggapi kritik itu, Gao menyatakan setuju bahwa gangguan kaki gelisah tak memiliki kaitan langsung dengan disfungsi ereksi. Ia juga akhirnya sepakat bahwa pria yang mengalami gangguan kaki goyang tak seluruhnya mengalami disfungsi ereksi. Namun, ia berkomitmen untuk terus mendalami hasil penelitiannya.

Gao hanya menyarankan kepada para pria yang memiliki gangguan kaki gelisah agar segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui potensi disfungsi ereksi pada dirinya. • VIVAnews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s