Satu Lagi Dari UNESCO, “Proyek Aladdin”, “Mendidik” Muslim Agar Mengerti Yahudi


UNESCO bekerjasama dengan kementrian luar negeri Perancis saat ini sedang menggarap sebuah proyek yang mereka sebut “Proyek Aladdin”, proyek ini bertujuan untuk “mendidik” umat Islam tentang sejarah penderitaan Yahudi dalam peristiwa Holocaust dan dalam hubungannya dengan kembalinya ibu kota Eropa serta Amerika Utara.

Proyek ini akan diluncurkan pada simposium Hari Dunia Peringatan Holocaust yang dimulai pada hari Rabu kemarin (27/1) hingga 8 Februari mendatang, di pusat-pusat kebudayaan Perancis, dan perpustakaan dari berbagai ibukota serta kota-kota yang mayoritas berpenduduk Arab dan Muslim seperti Kairo, Rabat, Casablanca, Istanbul, Yerusalem, Nazareth, Arbil (Irak), Baghdad dan kota di Tunisia.

Proyek Aladdin sebenarnya berupa anjuran untuk membaca buku karangan seorang penulis Yahudi asal Italia bernama Primo Levi yang berjudul “Apakah ini manusia?”. Buku ini ditulis oleh Levi sewaktu ia menjadi tahanan pada salah satu kamp konsentrasi Nazi pada Perang Dunia II. Dan pertama kali diterbitkan pada tahun 1947, Levi meninggal dunia pada tahun 1987.

August Redkin, direktur jenderal pada proyek ini dalam konferensi pers yang diadakan di ibukota Perancis Paris pada hari Selasa lalu mengatakan: “Kami percaya bahwa sejarah Holocaust adalah tragedi milik seluruh umat manusia, jadi lewat sejarah ini kami ingin mendidik umat Islam agar paham dan mengerti tentang peristiwa Holocaust.”

“Dengan adanya fenomena semakin meningkatnya anti-semit di berbagai belahan dunia Islam, dan banyaknya tuntutan penghapusan peristiwa Holocaust dalam buku-buku sejarah, maka tindakan seperti ini menjadi sangat penting,” tambah Redkin.

Dalam sebuah pernyataan yang ia sampaikan kepada IOL terkait nama proyek Aladdin, Redkin mengatakan: “Proyek ini bernama Aladddin, kenapa Aladdin karena nama ini ada dalam cerita-cerita Arab dan bangsa-bangsa Timur dan karakter Aladdin bisa ditemukan di banyak karya sastra dalam bahasa Arab, Persia maupun Yahudi, sehingga dengan menggunakan nama proyek ini dengan Aladdin akan lebih merangsang timbulnya dialog antar peradaban dan budaya.”

Redkin mengakui bahwa inisiatif dibuatnya Proyek Aladdin ini, setelah Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad meragukan terjadinya peristiwa Holocaust.

Pada situs IOL, Redkin mengatakan juga: “Adalah sangat penting untuk memberikan pengetahuan tentang sejarah Holocaust yang terjadi dan di alami oleh orang-orang Yahudi selama Perang Dunia II di masa Nazi, karena hal ini akan membantu orang untuk mengerti dan memahami apa yang terjadi di Timur Tengah serta isu terkait tanah air ataupun negara bagi orang Yahudi.”

Redkin membantah bahwa proyek ini bermuatan politis, ia menegaskan bahwa tujuan dari proyek ini tidak lain hanyalah ingin memperkenalkan sejarah tragedi kemanusiaan yang terjadi selama Perang Dunia II.

Proyek Aladdin akan meliputi usaha penerbitan buku-buku dalam bahasa Arabm Persia dan Turki di internet lewat sebuah situs perpustakaan dunia maya, di mana di situs tersebut akan banyak ditampilkan terjemahan buku-buku terkait dengan peristiwa Holocaust yang dibuat oleh Eropa setelah Perang Dunia II selesai.

Sementara itu Serge Klarsfeld yang mengepalai anak-anak dari majelis Yahudi Perancis yang selamat dari peristiwa pembantaian yang dilakukan Nazi dalam pidatonya di simposium dunia tentang Holocaust mengatakan: “Dengan adanya upaya mendefinisikan peristiwa Holocaust di dunia Islam akan mendorong terciptanya toleransi dan penerimaan yang lebih besar terhadap orang lain.”(fq/iol)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s